Sejarah Singkat Makam Keramat Bantelan
cagar budaya Makam Keramat Bantelan
RadarBantelan//- Menurut sumber cerita orang-orang sekitar tempat makam keramat bantelan, bahwa keramat bantelan adalah merupakan makam yang ada di Desa Mekar Jaya Kec.Sajad.
awal ceritanya bermula dari kota Bandir yang ada di salah satu Dusun yang ada di Desa Mekar Jaya yang bertempat di Dusun Mensemat adalah merupakan tempat persingahan sementara Raden Sulaiman sebelum menemukan sebuah tempat untuk dijadi kan sebagai pusat Pemerintahan, beliau bermukim di Kota Bandir selama tiga tahun.
Peninggalan yang ada saat ini hanya Batu tua di wilayah Kota Bandir yang berada di Dusun Mensemat dan makam tua seperti yang sering warga sebut Keramat Bantelan yang ada di Dusun Bantilan. konon katanya orang yang dimakam kan tersebut merupakan makam Panglima yang bergelar Datok Riyad bin Rambang Kasiban Datuk Malin Hitam Datuk Malin Danau yang merupakan Panglima setia Raden Sulaiman.
Ada cerita unik tentang sebuah pasu (tempayan) yang ada di makam Keramat Bantelan tersebut, bahwa air yang ada didalam pasu tersebut tidak pernah habis walaupun sering digunakan oleh penziaran untuk cuci muka dan menyiram makam tersebut.-UFH
*Sumber Pemdes Mekar Jaya*
awal ceritanya bermula dari kota Bandir yang ada di salah satu Dusun yang ada di Desa Mekar Jaya yang bertempat di Dusun Mensemat adalah merupakan tempat persingahan sementara Raden Sulaiman sebelum menemukan sebuah tempat untuk dijadi kan sebagai pusat Pemerintahan, beliau bermukim di Kota Bandir selama tiga tahun.
Peninggalan yang ada saat ini hanya Batu tua di wilayah Kota Bandir yang berada di Dusun Mensemat dan makam tua seperti yang sering warga sebut Keramat Bantelan yang ada di Dusun Bantilan. konon katanya orang yang dimakam kan tersebut merupakan makam Panglima yang bergelar Datok Riyad bin Rambang Kasiban Datuk Malin Hitam Datuk Malin Danau yang merupakan Panglima setia Raden Sulaiman.
Ada cerita unik tentang sebuah pasu (tempayan) yang ada di makam Keramat Bantelan tersebut, bahwa air yang ada didalam pasu tersebut tidak pernah habis walaupun sering digunakan oleh penziaran untuk cuci muka dan menyiram makam tersebut.-UFH
*Sumber Pemdes Mekar Jaya*
Komentar
Posting Komentar